• Jelajahi

    Copyright © SADA ON
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Advertise

    Gabung

    banner

    Ads

    GNI: Peringati Hardiknas, Tegaskan Filosofi Ki Hajar Dewantara sebagai Pilar Pendidikan Bangsa

    GAJAH SITE
    Jumat, 01 Mei 2026, Jumat, Mei 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-02T04:20:13Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     
    GNI: Peringati Hardiknas, Tegaskan Filosofi Ki Hajar Dewantara sebagai Pilar Pendidikan Bangsa
     





    Medan, 2 Mei 2026 – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari ini, Dewan Pengurus Pusat Generasi Negarawan Indonesia (DPP GNI) menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai luhur pendidikan yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.


     
    Ketua Umum DPP GNI, Bapak Rules Gajah, S.Kom., menyampaikan bahwa semangat pendidikan harus terus ditanamkan dalam setiap insan Indonesia, karena pendidikan adalah kunci utama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan Indonesia Emas.


     
    "Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026. Pendidikan bukan hanya soal mencetak angka atau ijazah, tetapi lebih kepada membentuk karakter, akhlak, dan kecerdasan. Oleh karena itu, filosofi yang ditinggalkan oleh Ki Hajar Dewantara sangat relevan hingga saat ini," ujar Rules Gajah dalam keterangannya, Minggu (2/5).
     
     
     
    Makna Mendalam Tiga Prinsip Ki Hajar Dewantara
     
    Rules Gajah menjelaskan makna dari tiga kalimat filosofis yang menjadi landasan pendidikan di Indonesia, yaitu:
     
    1. ING NGARSA SUNG TULADA
    (Di depan memberi contoh)
    Seorang pemimpin, guru, atau orang tua harus mampu menjadi teladan yang baik. Perbuatan dan perkataan harus selaras, sehingga bisa dijadikan panutan oleh yang dipimpin atau dididik.
     
    2. ING MADYA MANGUN KARSA
    (Di tengah membangun semangat)
    Di tengah-tengah masyarakat atau kelompok, seorang pendidik harus mampu membangkitkan motivasi, memberi semangat, dan menggerakkan potensi yang ada agar semua pihak mau berbuat dan berkarya.
     
    3. TUT WURI HANDAYANI
    (Di belakang memberi dorongan)
    Seorang pemimpin juga harus mampu memberikan dukungan, arahan, dan dorongan dari belakang agar anak didik atau masyarakat merasa percaya diri, mandiri, dan mampu berkarya dengan optimal tanpa merasa dikekang.
     
    "Ketiga prinsip ini adalah sistem among yang mengajarkan bahwa pendidikan harus menuntun tumbuhnya kodrat alam dan kodrat zaman, agar manusia dapat memperbaiki hidupnya sesuai dengan cita-citanya," tambahnya.
     
     
     
    Pendidikan adalah Kunci Kemajuan Bangsa
     
    Lebih lanjut, Rules Gajah menekankan bahwa GNI sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, generasi muda harus dididik tidak hanya secara intelektual, tetapi juga spiritual dan sosial, agar menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan cinta tanah air.
     
    "Generasi Negarawan Indonesia hadir untuk mendukung upaya mencerdaskan bangsa. Kami percaya, dengan pendidikan yang baik dan karakter yang kuat, kita akan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang jujur, cerdas, dan mampu membawa Indonesia menuju kejayaan yang lebih gemilang," tegasnya.
     
    Di akhir pernyataannya, Rules Gajah mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan, menghormati para guru, dan terus belajar sepanjang hayat.
     
     
     
    Tentang Generasi Negarawan Indonesia (GNI)


    Organisasi yang bergerak dalam pembangunan karakter bangsa, kepemudaan, dan advokasi sosial yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan keadilan sosial.
     
     
     
    Dikeluarkan di: Medan
    Pada Tanggal: 2 Mei 2026
    Oleh: Dewan Pengurus Pusat GNI
     
    Website: www.gnitv.online
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini