masukkan script iklan disini
INSPIRATIF! JURNALIS SENIOR TAPTENG USIA 72 TAHUN, 30 TAHUN MENULIS DAN SUKSES ANTARKAN 9 ANAK JADI SARJANA, ASN HINGGA TNI
TAPANULI TENGAH* – Di tengah kerasnya perjuangan profesi wartawan di daerah, ada satu nama yang menjadi bukti nyata: konsistensi dan kerja keras akan berbuah manis.
Dialah *Syarifuddin Simatupang*, 72 tahun. Jurnalis senior asal Kabupaten Tapanuli Tengah yang sudah malang melintang di dunia pers sejak *tahun 1996* sampai saat ini.
Bagi beliau, pena bukan hanya alat mencari nafkah. Pena adalah amanah untuk mencerdaskan dan menjadi teladan di rumah.
*30 Tahun Di Dunia Jurnalistik*
Memulai karir sebagai jurnalis di era 90-an, Pak Syarifuddin sudah meliput berbagai dinamika di Tapteng. Dari pilkada, pembangunan, hingga kisah-kisah masyarakat kecil.
"Menjadi jurnalis itu harus berani, jujur, dan tanggung jawab. Itu yang selalu saya tanamkan," begitu prinsip yang ia pegang selama hampir 3 dekade.
*9 Anak, 8 Sarjana, Semua Mandiri*
Buah dari keteladanan itu luar biasa. Dari 9 orang anak, 7 putri dan 2 putra, *8 orang berhasil lulus sebagai sarjana*.
Yang lebih membanggakan lagi, anak-anak beliau kini mengabdi di berbagai bidang:
- *5 orang* berstatus *ASN* dan mengabdi di instansi pemerintah
- *2 orang* sukses berkarir di *perusahaan swasta*
- *1 orang* lulus sebagai *PPPK*
- *1 orang* mengabdikan diri sebagai *Anggota TNI AD*
Ini menjadi catatan tersendiri. Jarang ada keluarga di Tapteng yang mampu mengantarkan hampir seluruh anaknya tamat kuliah dan bekerja, hanya bermodalkan profesi sebagai jurnalis.
*Anak Bungsu Ikuti Jejak Pengabdian*
Anak bungsu beliau, *Prada Infanteri Hadi Simatupang Siburian*, kini tengah menjalankan tugas negara di *KERPRI - Kepulauan Riau*.
Sebagai TNI, Hadi menjadi simbol bahwa nilai disiplin dan cinta tanah air yang diajarkan sang ayah jurnalis, tetap hidup di generasi berikutnya.
*Teladan Untuk Jurnalis Muda Tapteng*
Kisah Pak Syarifuddin ini menjadi sejarah pertama di Tapteng. Seorang jurnalis daerah yang tidak hanya sukses di lapangan, tapi juga sukses "mencetak" generasi penerus yang berpendidikan dan mengabdi untuk bangsa.
Di usia 72 tahun, beliau masih aktif menulis. Semangatnya menjadi pelecut bagi jurnalis-jurnalis muda agar tetap berkarya, apapun kondisinya.
"Yang penting halal, berkah, dan bisa buat anak sekolah. Itu cukup," ucapnya singkat namun penuh makna.
Ramadhan malau








_1.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar