VIRAL! Tragedi “Soto Maut” SMA Negeri 2 Kudus: 118 Siswa Diduga Keracunan MBG, Negara Wajib Bertanggung Jawab
KUDUS — Peristiwa memilukan terjadi di SMA Negeri 2 Kudus pada Kamis (27/2/2026). Sebanyak 118 siswa dilaporkan menjadi korban dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden yang kini viral di media sosial itu dijuluki publik sebagai “Tragedi Soto Maut”.
Awalnya kegiatan belajar mengajar berlangsung normal. Namun situasi berubah drastis ketika puluhan siswa mengalami mual, muntah, pusing, dan lemas secara bersamaan. Sirene ambulans meraung, arus lalu lintas Kota Kudus sempat lumpuh, dan sekolah berubah menjadi lokasi evakuasi darurat.
Pihak vendor MBG dikabarkan telah menyampaikan permintaan maaf, namun hingga kini penjelasan terbuka terkait standar higiene, proses pengolahan, uji kelayakan pangan, serta hasil pemeriksaan laboratorium belum disampaikan secara transparan kepada publik.
Diduga Langgar UU Kesehatan
Peristiwa ini diduga kuat melanggar:
- UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menegaskan bahwa setiap penyelenggara pangan wajib menjamin keamanan, mutu, dan gizi makanan, terutama bagi anak dan pelajar.
- Negara wajib melindungi peserta didik dari risiko kesehatan akibat makanan dan minuman yang dikonsumsi di lingkungan pendidikan.
Keracunan massal bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan generasi muda.
UU KIP: Publik Berhak Tahu
Selain itu, insiden ini juga bersinggungan dengan:
- UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP)
Publik berhak mengetahui secara jelas dan terbuka:
- Siapa vendor penyedia MBG
- Standar keamanan dan sertifikasi pangan
- Hasil uji laboratorium makanan
- Mekanisme pengawasan dari dinas terkait
- Bentuk pertanggungjawaban dan ganti rugi bagi korban
Menutup-nutupi informasi adalah pelanggaran hukum dan mencederai rasa keadilan masyarakat.
Desakan Publik
Masyarakat, orang tua siswa, aktivis kesehatan, dan insan pers mendesak:
- Investigasi menyeluruh dan independen
- Sanksi tegas terhadap pihak yang lalai
- Evaluasi total program MBG
- Transparansi penuh kepada publik
- Pemulihan dan perlindungan kesehatan korban
Anak sekolah bukan kelinci percobaan kebijakan. Program yang membawa nama “bergizi” tidak boleh berakhir di ambulans.
Stop pembiaran.
Buka data.
Tegakkan hukum.
📢 LUASKAN!
✊ Demi keselamatan pelajar Indonesia
📜 UU Kesehatan & UU KIP harus ditegakkan!
( TIM)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar